“Masa Anak-anak adalah Masa Penentu”

Masa anak-anaImagek adalah salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Tahapan yang selengkapnya,yaitu dimulai dari masa bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa. Masa ini merupakan masa yang penting karena menjadi penentu bagi masa-masa berikutnya. Karena perkembangan jiwa dan perilaku anak-anak mempengaruhi perkembangan jiwa dan perilaku di masa dewasa. Oleh karena itu, anak-anak harus mendapatkan hak-hak mereka, yaitu pendidikan dan bimbingan yang memadai dari orang tua, guru, dan orang-orang di sekitarnya.

Masa anak-kanak sejatinya merupakan masa yang bahagia. Sejenak saya memutar waktu, kembali ke masa kanak-kanak saya dulu. Yang terlintas di hati dan pikiran saya, saya bisa bermain sepuasnya, menghirup alam bebas,  berlarian, tidak ada beban dan tanggung jawab berat yang menggelayut di pikiran, sungguh menyenangkan. Tetapi,  sayapun menyadari bahwa tidak semua anak-anak di dunia ini,  seberuntung saya dan teman-teman yang lain yang memiliki pengalaman yang menyenangkan di masa kanak-kanaknya. Banyak juga di antara kita, yang harus bekerja sejak kecil, karena keadaan yang memaksa mereka berbuat demikian. Sehingga kebahagiaan mereka terenggut oleh kerasnya kehidupan, oleh pekerjaan yang seharusnya bukan menjadi tugas dan tanggung jawab yang dipikulnya. Walaupun demikian, kita tidak bisa menjamin, bahwa mereka tidak bisa menjadi individu yang sukses di masa dewasa. Banyak orang-orang yang sukses, yang di waktu masa kecilnya, ia  harus bekerja keras, namun ia dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki mental yang kuat, dan tidak mudah mengeluh dan menyerah karena ia ingin membuktikan pada dunia bahwa suatu saat nanti ia bisa meraih mimpi-mimpi besarnya.

Seluruh orang tua di dunia ini memiliki harapan agar anaknya lahir dan tumbuh sehat, cerdas, berakhlaqul karimah, berkarakter, menjadi orang yg bermanfaat bagi lingkungannya, dan sukses mewujudkan cita-citanya. Untuk mewujudkan harapan tersebut orang tua tentunya melakukan upaya dengan cara memberi pengasuhan dan pendidikan yang baik , memberikan hak-hak untuk anaknya (memenuhi kebutuhan secara fisik ; nutrisi gizi seimbang, kebutuhan kognitif; stimulasi mencerdaskan otak, kebutuhan mental dan spiritual ; menanamkan nilai-nilai moral, nilai-nilai agama, pembiasaan perilaku yang baik, keteladanan, kebutuhan sosial emosi ; memberikan cinta, perhatian, dan kasih sayang seutuhnya)

Namun kenyataannya, tidak mudah sebagai orang tua untuk mengasuh anak-anaknya dengan baik. Zaman semakin berkembang, teknologi semakin canggih, yang memberikan pengaruh yang luar biasa bagi mental dan kejiwaan anak. Jika di masa ini, anak kurang mendapatkan perhatian, pendidikan agama dan bimbingan yang memadai, maka hal tersebut akan mempengaruhi perkembangan perilaku anak di masa remaja dan dewasa. Sebaliknya jika anak meperoleh pendidikan yang memadai dari keluarga, maka ketika anak berada di luar rumah, jauh dari keluarga, berinteraksi di lingkungan yang lebih luas, bahkan berhadapan dengan pengaruh-pengaruh buruk, maka anak tersebut tidak akan mudah terpengaruh dengan pengaruh negatif. Karena pendidikan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

Sebelum saya menutup tulisan ini, saya ingin berpesan bahwa kehadiran anak merupakan dambaan bagi pasangan suami istri. Terlebih lagi, pasangan suami istri yang menikah, namun belum dikaruniai seorang anak dalam jangka waktu yang lama. Pastinya dengan hadirnya anak akan menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Namun, tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua tidak mudah. Karena anak adalah amanah dari Allah, dan orang tua harus menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, dan kelak akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat.

Oleh sebab itu, persiapan menjadi orang tua sangatlah penting bagi calon istri dan suami. Yang lebih utama, dengan berupaya memperbaiki diri terlebih dulu agar menjadi suami/istri yang baik bagi pasangan kita dan menjadi orang tua yang baik bagi anak kita, tidak hanya sibuk untuk menyiapkan materi saja,  kesiapan mental, kedewasaan, kesabaran, keluasan hati, serta adanya penerimaan terhadap apa-apa yang menjadi ketetapan Allah, tidak kalah pentingnya. Insya Allah laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik, dan sebaliknya. Sehingga pasangan yang baik ini diharapkan akan menghasilkan keturunan yang baik, sholih sholihah, generasi yang unggul, cerdas, berakhlaq mulia, dan bermanfaat bagi lingkungannya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s