Peran Serta Ayah bagi Keluarga

Pada zaman dahulu, urusan mengenai rumah tangga dan pengasuhan anak diserahkan sepenuhnya pada Ibu. Ibu berada di rumah melakukan pekerjaan rumah tangga, menjaga dan mengasuh anak-anaknya, sedangkan tugas Ayah sebagai kepala rumah tangga bekerja untuk mencari nafkah mencukupi kebutuhan keluarga, sama sekali tidak ikut campur atau melibatkan diri dalam urusan rumah tangga. Hal ini dianggap sebagai hal yang wajar. Bahkan sampai saat ini, ada keluarga yang masih menganut paham demikian.

Namun di era modern saat ini, seiring dengan kemajuan zaman yang kompleks, para orang tua baik suami dan istri dituntut untuk sama-sama bekerja di luar rumah, meniti karir dengan berbagai alasan. Bagi perempuan bekerja di luar rumah, bisa bermacam-macam tujuannya, antara lain untuk membantu suami menambah pendapatan keluarga, ingin menyalurkan hobi saja, atau bahkan menekuni pekerjaan tersebut untuk meniti jenjang karir. Sehingga dalam urusan rumah tangga, seperti menyiapkan makanan sehari-hari, menjaga kebersihan rumah, dan yang terpenting dalam pengasuhan anak, akan menjadi hal yang begitu rumit dan bisa membuat stres bagi keluarga jika tidak dilakukan secara bersama. Dalam pekerjaan rumah tangga, tentunya tugas tersebut tidak dibebankan semuanya pada Ibu saja karena hal itu akan membuat ibu stress, melelahkan fisik dan menguras energy dan pikirannya. Apalagi jika ibu tersebut bekerja di luar rumah, hal ini akan menyulitkan ibu untuk membagi waktunya antara urusan pekerjaan di luar rumah dengan di dalam rumah, dan ayah yang tidak mau melibatkan diri dalam pengasuhan anak, akan menjadikan kurangnya jalinan kasih sayang hubungan ayah dan anak. Sehingga pada zaman sekarang, peran ayah sangat dibutuhkan untuk membantu ibu dalam mengerjakan aktivitas rumah tangga dan pengasuhan anak, dari awal suami dan istri menata rumah tangganya, lalu si istri mengandung, melahirkan dan menyusui hingga si anak semakin tumbuh dewasa.

Suatu tim pertandingan dalam olahraga tidak akan memenangkan permainan, jika anggota tim tidak bekerja sama dengan baik. Seperti juga dalam keluarga, masing-masing anggota keluarga harus sama-sama membagi tugas, meringankan beban anggota yang lainnya, agar ayah dan ibu merasa senang, karena rumah tangga dibangun secara bersama, dan pengasuhan yang baik akan membentuk mental yang sehat pada anak.

Lalu apa saja peran yang dilakukan ayah bagi keluarga? Seorang ayah bisa membantu tugas rumah, seperti membersihkan rumah, bahkan bergantian dengan istri memasak di dapur. Terlebih lagi ketika istri sedang hamil dan menyusui, tentunya istri tidak bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan maksimal, sehingga ayah dapat meringankan pekerjaan tersebut. Lalu ayah juga jangan lupa memberikan dukungan dan semangat pada ibu ketika hamil dan menyusui, dengan menciptakan suasana yang hangat, memperlakukan ibu dan janin yang ada dalam kandungan dengan cinta dan kasih sayang agar pikiran dan suasana hati ibu merasa bahagia dan janin pun juga merasakan kebahagiaan. Kemudian ketika ibu sudah melahirkan dan menyusui, ayah berfungsi sebagai ayah ASI atau ayah yang mendukung ASI, memberi dukungan dan semangat ibu dalam memberikan ASI, dan membantu ibu mengurus anak, misalnya menggendong, menimang-nimang, memandikan, menggantikan popok, baju dan sebagainya. Manfaat keterlibatan ayah dalam mengerjakan rumah tangga dan pengasuhan anak sebagai perekat hubungan ayah dan anak.

Lalu bagaimana bila suami tidak bersedia membantu istri dalam mengerjakan tugas rumah dan mengasuh anak? Dikarenakan suami terlalu sibuk di kantor sehingga tidak cukup punya banyak waktu di rumah, atau merasa kurang terampil dan kurang terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hal ini bisa istri komunikasikan dengan suami. Istri bisa membicarakan baik-baik, menanyakan alasan suami enggan membantu pekerjaan rumah, dan istri dapat mengutarakan harapannya, dengan berterus terang pada suami bahwa ia sebenarnya ingin suami membantu tugas rumahnya. Istri juga dapat mengajarkan suami sedikit demi sedikit cara mengerjakan tugas rumah dan mengasuh anak hingga ia merasa sanggup melakukannya, lalu istri juga dapat memberi kesempatan suami untuk meluangkan waktu berdua saja bersama anak.Dengan demikian ayah akan terbiasa mengerjakan aktivitas bersama anak dan mendekatkan hubungan ayah dengan anaknya. Hubungan ayah dan anak, sama pentingnya dengan hubungan anak dan ibu.

Akhir kata, perlunya bekerja sama, komunikasi, dan konsistensi antara ayah dan ibu dalam mengurus tugas rumah tangga dan mengasuh anak karena ayah dan ibu sebagai tim yang saling bantu-membantu agar terbentuk ikatan yang kuat dalam keluarga. Dan membuat ayah ibu sama-sama merasa puas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s